Karakter, nuansa, fasilitas, penumpang, keramahan, dan kapasitas ialah unsur-unsur penting untuk besar tidaknya suatu airport. Setidaknya itulah yang diungkapkan Tony Grist, Head of Architecture at Hassell, Creator of Monocle’s Best Airport Terminal 2012. Dalam upaya memimpin industri aviasi, sebanyak pengelola bandar udara di area Asia-Pasifik telah mengerjakan investasi guna meningkatkan kapasitas baru bandar udara yang dilengkapi dengan teknologi. Semua ini ditujukan supaya para pemakai jasa airport lebih nyaman ketika berada di suatu bandar udara.
Mengutip artikel Tony: lounge yang dirancang baik, bauran ritel yang pantas dan ketenteraman adalah prioritas utama. Tapi, secara keseluruhan, apa yang menjadikan gerbang udara berhasil dan besar, kemudian apa ukurannya?
FlightNews - Banyak orang menyaksikan bandar udara dan mengidentikkannya dengan karakter kota di mana gerbang udara berada. Oleh karena itu, pengelola airport mesti dapat mengutamakan ‘sense of place’, tidak melulu dalam arsitektur terminal, tapi pun bagian beda dari infrastruktur, seperti pemakaian landscape adat, karya seni interpretif dan bahan lokal.
Bandar Udara Internasional Changi Singapura misalnya, nuansa lokasi yang kuat diciptakan oleh lanskap tropis, yang menafsirkan sebagai kota dan ciri berbeda.
Bandar Udara Kota
Sebuah airport kota besar bekerja dengan infrastruktur regional. Banyak pengelola bandar udara yang kini memaksimalkan potensi kepemilikan tanah. Bandar udara kota sudah dikembangkan guna mencakup kemudahan dan kegiatan, tergolong kantor pemerintahan, hotel, pusat pemeliharaan, kargo, serta pelbagai komponen non-penerbangan laksana kasino, konvensi, pusat kesehatan, lapangan golf dan sebagainya.
Akses Mudah
Bandar udara terbaik menyerahkan pengalaman perjalanan menyenangkan dibuka sebelum pelanggan mendarat di terminal. Akses gampang untuk bagasi, ongkos transportasi yang murah, pusat check-in dan boarding yang cepat.
Baca Juga : Manfaat Dan Bahaya Dari Cuaca Dalam Penerbangan
Ritel dan Makanan
Pengalaman ritel airside dominan pada wisatawan. Ritel tidak jarang mendorong penumpang datang lebih mula untuk bersantai, santap sebelum keberangkatan, bahkan menurunkan stres. Tugas untuk para perencana ritel ialah menghindari manipulasi berlebihan untuk penumpang.
Infrastruktur yang Fleksibel
Investasi di bandar udara guna infrastruktur bisa mengurangi sejumlah risiko ketidaknyamanan, keselamatan antara penumpang, investor, airlines dan pengelola bandar udara. Mark Wolfe SATS menciptakan ketenteraman dan lounge embarkasi (dioperasikan guna mengoptimalkan penghasilan ritel), strategi desain yang berkelanjutan dan peralatan irit energi.
Dampak Lingkungan
Airport yang ramah pun menjadi indikator utama. Sampai sejauh mana polusi suatu bandar udara mesti diinformasikan untuk para calon penumpang. Terminal T2 Munich memperlihatkan layar digital di ruang embarkasi yang menyatakan berapa karbon diselamatkan melewati panel surya, cahaya alami dan dinding kaca.
FlightNews - Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA-International Air Transport Association) belum lama ini memberitahukan sejumlah airport di Asia-Pasifik (ASP) yang berkatagori baik.
Suvarnabhumi, Bangkok, Thailand
Pada Juli lalu, Airports of Thailand mengamini US$ 5,4 miliar untuk ekspansi Bandar Udara Internasional Suvarnabhumi. Tahap kesatu dari 2013-2016, mencakup pembangunan terminal penumpang domestik, landasan balap ketiga dan parkir mobil, sementara tahap kedua, yang akan dilangsungkan sampai 2020, melibatkan ekspansi terminal penumpang domestik, internasional dan pembangunan landasan balap keempat.
Kuala Lumpur, Malaysia
Berdasarkan keterangan dari Malaysia Airports Holdings Berhad (MAHB), pihaknya meluangkan 35.000 m2 untuk pekerjaan komersial dan 15.000 m2 ruang ritel di terminal, yang berlalu pada Oktober 2012. Tak melulu itu, suatu pusat transportasi guna bus, taksi dan jalur kereta api ekspres pun dibangun di Kuala Lumpur International.
Baca Juga : Berikut Inti Masalah Manajemen Dan Karyawan Garuda Indonesia
Beijing Kedua, China
Bandar udara ini bakal mempunyai sembilan landasan pacu, delapan untuk pemakaian sipil dan satu lagi untuk pemakaian militer. Pengelola bandar udara ini mengklaim bakal menangani lebih dari 130 juta penumpang dan 5,5 juta ton kargo per tahun, demikian menurut keterangan dari China Radio International.
Navi Mumbai, India
City and Industrial Development Corporation of Maharashtra membangun bandar udara Navi dengan total US$ 2,2 triliun guna proyek dan infrastruktur, yang diinginkan akan berlalu dalam empat tahap sampai 2030.
Incheon, Korea Selatan
Dengan investasi sebesar US$ 3,7 miliar pemerintah Korea Selatan berencana untuk meningkatkan terminal penumpang kedua di sisi unsur utara bandar udara dan memperluas terminal kargo yang ada.
Ke depan, airport ini mempunyai infrastruktur khususnya dua terminal penumpang, empat satelit, 128 gerbang garbarata dan lima landasan balap paralel.
Mengutip artikel Tony: lounge yang dirancang baik, bauran ritel yang pantas dan ketenteraman adalah prioritas utama. Tapi, secara keseluruhan, apa yang menjadikan gerbang udara berhasil dan besar, kemudian apa ukurannya?
Besar Tidaknya Indikator Sebuah Airport
Suasana TempatFlightNews - Banyak orang menyaksikan bandar udara dan mengidentikkannya dengan karakter kota di mana gerbang udara berada. Oleh karena itu, pengelola airport mesti dapat mengutamakan ‘sense of place’, tidak melulu dalam arsitektur terminal, tapi pun bagian beda dari infrastruktur, seperti pemakaian landscape adat, karya seni interpretif dan bahan lokal.
Bandar Udara Internasional Changi Singapura misalnya, nuansa lokasi yang kuat diciptakan oleh lanskap tropis, yang menafsirkan sebagai kota dan ciri berbeda.
Bandar Udara Kota
Sebuah airport kota besar bekerja dengan infrastruktur regional. Banyak pengelola bandar udara yang kini memaksimalkan potensi kepemilikan tanah. Bandar udara kota sudah dikembangkan guna mencakup kemudahan dan kegiatan, tergolong kantor pemerintahan, hotel, pusat pemeliharaan, kargo, serta pelbagai komponen non-penerbangan laksana kasino, konvensi, pusat kesehatan, lapangan golf dan sebagainya.
Akses Mudah
Bandar udara terbaik menyerahkan pengalaman perjalanan menyenangkan dibuka sebelum pelanggan mendarat di terminal. Akses gampang untuk bagasi, ongkos transportasi yang murah, pusat check-in dan boarding yang cepat.
Baca Juga : Manfaat Dan Bahaya Dari Cuaca Dalam Penerbangan
Ritel dan Makanan
Pengalaman ritel airside dominan pada wisatawan. Ritel tidak jarang mendorong penumpang datang lebih mula untuk bersantai, santap sebelum keberangkatan, bahkan menurunkan stres. Tugas untuk para perencana ritel ialah menghindari manipulasi berlebihan untuk penumpang.
Infrastruktur yang Fleksibel
Investasi di bandar udara guna infrastruktur bisa mengurangi sejumlah risiko ketidaknyamanan, keselamatan antara penumpang, investor, airlines dan pengelola bandar udara. Mark Wolfe SATS menciptakan ketenteraman dan lounge embarkasi (dioperasikan guna mengoptimalkan penghasilan ritel), strategi desain yang berkelanjutan dan peralatan irit energi.
Dampak Lingkungan
Airport yang ramah pun menjadi indikator utama. Sampai sejauh mana polusi suatu bandar udara mesti diinformasikan untuk para calon penumpang. Terminal T2 Munich memperlihatkan layar digital di ruang embarkasi yang menyatakan berapa karbon diselamatkan melewati panel surya, cahaya alami dan dinding kaca.
Besar Tidaknya Indikator Sebuah Airport
Dalam Kategori Terbaik di DuniaFlightNews - Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA-International Air Transport Association) belum lama ini memberitahukan sejumlah airport di Asia-Pasifik (ASP) yang berkatagori baik.
Suvarnabhumi, Bangkok, Thailand
Pada Juli lalu, Airports of Thailand mengamini US$ 5,4 miliar untuk ekspansi Bandar Udara Internasional Suvarnabhumi. Tahap kesatu dari 2013-2016, mencakup pembangunan terminal penumpang domestik, landasan balap ketiga dan parkir mobil, sementara tahap kedua, yang akan dilangsungkan sampai 2020, melibatkan ekspansi terminal penumpang domestik, internasional dan pembangunan landasan balap keempat.
Kuala Lumpur, Malaysia
Berdasarkan keterangan dari Malaysia Airports Holdings Berhad (MAHB), pihaknya meluangkan 35.000 m2 untuk pekerjaan komersial dan 15.000 m2 ruang ritel di terminal, yang berlalu pada Oktober 2012. Tak melulu itu, suatu pusat transportasi guna bus, taksi dan jalur kereta api ekspres pun dibangun di Kuala Lumpur International.
Baca Juga : Berikut Inti Masalah Manajemen Dan Karyawan Garuda Indonesia
Beijing Kedua, China
Bandar udara ini bakal mempunyai sembilan landasan pacu, delapan untuk pemakaian sipil dan satu lagi untuk pemakaian militer. Pengelola bandar udara ini mengklaim bakal menangani lebih dari 130 juta penumpang dan 5,5 juta ton kargo per tahun, demikian menurut keterangan dari China Radio International.
Navi Mumbai, India
City and Industrial Development Corporation of Maharashtra membangun bandar udara Navi dengan total US$ 2,2 triliun guna proyek dan infrastruktur, yang diinginkan akan berlalu dalam empat tahap sampai 2030.
Incheon, Korea Selatan
Dengan investasi sebesar US$ 3,7 miliar pemerintah Korea Selatan berencana untuk meningkatkan terminal penumpang kedua di sisi unsur utara bandar udara dan memperluas terminal kargo yang ada.
Ke depan, airport ini mempunyai infrastruktur khususnya dua terminal penumpang, empat satelit, 128 gerbang garbarata dan lima landasan balap paralel.
Garuda Indonesia Cabang Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), menggagas pembukaan tiga rute penerbangan baru untuk manajemen Garuda Indonesia di Jakarta, masing-masing ialah Kupang-Waingapu, Kupang-Atambua, dan Kupang-Rote.
Baca juga: Garuda Indonesia Kini Terbangi Medan-Nias 12 Kali dalam Sepekan "Tiga rute ini telah kami usulkan ke manajemen kami di pusat, melulu saja sampai kini belum terdapat konfirmasi balik dari sana," kata General Manager Garuda Indonesia Cabang Kupang Yudi M. Furkon di Kupang, Selasa, 24 Juli 2018.
Menurutnya, pasar layanan penerbangan ketiga rute tersebut sudah dikaji dan lumayan potensial sebab masing-masing merupakan wilayah tujuan wisata.
Di samping itu, lanjutnya, situasi infrastruktur bandara pun sudah memungkinkan guna disinggahi maskapai Garuda Indonesia. "Kami siapkan pesawat ATR. Kalau soal pesawat kami ada tidak sedikit yang memungkinkan dapat melayani rute-rute ini," katanya.
Baca Juga : Jalan-Jalan Santai di Pagi Hari Menelusuri Keunikan Rumah Adat Bantayo Poboide di Gorontalo
Yudi mengharapkan sokongan masing-masing pemerintah wilayah untuk mengucapkan permohonan pendahuluan layanan penerbangan untuk pihak manajemen Garuda Indonesia pusat sehingga segera mungkin terealisasi.
"Kami bercita-cita dukungan dari setiap Pemda (pemerintah wilayah bersangkutan sejumlah kompensasi ini, dan bila Pemda mengucapkan permohonan langsung ke pusat maka tersebut lebih baik lagi, karena seringkali lebih cepat dilayani," katanya.
Baca juga: Garuda Indonesia Kini Terbangi Medan-Nias 12 Kali dalam Sepekan "Tiga rute ini telah kami usulkan ke manajemen kami di pusat, melulu saja sampai kini belum terdapat konfirmasi balik dari sana," kata General Manager Garuda Indonesia Cabang Kupang Yudi M. Furkon di Kupang, Selasa, 24 Juli 2018.
Maskapai Garuda Indonesia Ingin Buka 3 Rute Baru dari Kupang
FlightNews - Yudi mengungkapkan pihaknya telah dua kali mengemukakan proposal pendahuluan layanan penyeberangan sebanyak rute tersebut kepada manajemen pusat, tetapi belum mendapat tanggapan.Menurutnya, pasar layanan penerbangan ketiga rute tersebut sudah dikaji dan lumayan potensial sebab masing-masing merupakan wilayah tujuan wisata.
Di samping itu, lanjutnya, situasi infrastruktur bandara pun sudah memungkinkan guna disinggahi maskapai Garuda Indonesia. "Kami siapkan pesawat ATR. Kalau soal pesawat kami ada tidak sedikit yang memungkinkan dapat melayani rute-rute ini," katanya.
Baca Juga : Jalan-Jalan Santai di Pagi Hari Menelusuri Keunikan Rumah Adat Bantayo Poboide di Gorontalo
Yudi mengharapkan sokongan masing-masing pemerintah wilayah untuk mengucapkan permohonan pendahuluan layanan penerbangan untuk pihak manajemen Garuda Indonesia pusat sehingga segera mungkin terealisasi.
"Kami bercita-cita dukungan dari setiap Pemda (pemerintah wilayah bersangkutan sejumlah kompensasi ini, dan bila Pemda mengucapkan permohonan langsung ke pusat maka tersebut lebih baik lagi, karena seringkali lebih cepat dilayani," katanya.
Kementerian Perindustrian mendorong percepatan pembangunan area industri kedirgantaraan atau aerospace park yang terintegrasi dengan industri pendukung, laksana industri pesawat udara, industri komponen, industri perawatan, perbaikan, dan pengecekan pesawat, serta industri jasa penerbangan Di samping itu, dalam aerospace park tersebut diinginkan ada pun perguruan tinggi, sebagai lokasi pengembangan sumber daya insan kedirgantaraan. Keberadaan aerospace park bakal memberikan fasilitas akses menemukan pasokan suku cadang, membuka lapangan kerja, serta potensi besar dalam menyebabkan devisa.
"Keberadaan aerospace park yang terpadu bakal memberikan sokongan optimal untuk maskapai dalam negeri dalam meraih keselamatan penerbangan, ketepatan waktu, dan ongkos perawatan yang efisien," kata Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, dalam penjelasan tertulisnya, Selasa 6 Desember 2016.
Ia menyampaikan, aerospace park Bintan sudah dilengkapi sekian banyak fasilitas penyokong industri penerbangan, yang mencakup bengkel perawatan dan perbaikan pesawat, gudang penyimpanan suku cadang pesawat, pusat pelatihan, sampai sekolah kejuruan kiat penerbangan. "Semua bakal terintegrasi guna dapat menambah kapasitas dan kapabilitas pesawat yang beroperasi di dalam negeri," tuturnya. Sedangkan aerospace park Manado, ketika ini, masih dalam etape pengajuan. Manado diinginkan dapat ditetapkan untuk menjadi pusat perawatan dan perbaikan pesawat oleh pemerintah.
Baca Juga : Maskapai Citilink Bantah Kabar Hilangnya Radar Penerbangan QG 801
"Pengembangan area terpadu industri penerbangan di Manado, dilaksanakan untuk menyokong industri penerbangan di area timur Indonesia, dan menciduk peluang pasar dari utara," ujarnya. Ia mengungkapkan, Indonesia bakal memiliki sejumlah keuntungan dengan mempunyai pusat perawatan dan perbaikan pesawat di dalam negeri. Pertama, perusahaan penerbangan yang beroperasi di Indonesia bakal didukung oleh perusahaan perawatan dan perbaikan pesawat di dalam negeri.
Kedua, perusahaan penerbangan tidak perlu mengerjakan perawatan, maupun perbaikan pesawat ke luar negeri, yang harganya sudah tentu lebih mahal, bila dikomparasikan melakukan perawatan di dalam negeri. Di samping itu, bakal terjadi efisiensi, sebab aerospace park mempunyai seluruh layanan yang diperlukan pesawat yang beroperasi di Indonesia. Seperti, fasilitas suku cadang, logistik, sampai pusat riset dan pengembangan. Selanjutnya, andai aerospace park yang ada itu mempunyai kapasitas akses guna menawarkan layanan ke luar negeri, akan menyebabkan devisa untuk negara.
"Keberadaan aerospace park yang terpadu bakal memberikan sokongan optimal untuk maskapai dalam negeri dalam meraih keselamatan penerbangan, ketepatan waktu, dan ongkos perawatan yang efisien," kata Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, dalam penjelasan tertulisnya, Selasa 6 Desember 2016.
Pemerintah Indonesia Bangun 2 Aerospace Park di Bintan dan Manado
FlightNews - Ketua Indonesia Aircraft Maintenance Services Association, Richard Budihadianto mengatakan, pihaknya telah menggagas dua tempat pembangunan aerospace park di Indonesia, yaitu Bintan dan Kepulauan Riau, guna memenuhi keperluan di area barat. Sedangkan Manado, Sulawesi Utara, untuk area timur. Richard menargetkan, aerospace park Bintan beroperasi pada akhir 2018. “Di Bintan runway-nya telah dibangun. Tahun depan, mudah-mudahan telah diaspal dan diinginkan pengelola dapat menyelesaikan pada 2018,” ujar Richard.Ia menyampaikan, aerospace park Bintan sudah dilengkapi sekian banyak fasilitas penyokong industri penerbangan, yang mencakup bengkel perawatan dan perbaikan pesawat, gudang penyimpanan suku cadang pesawat, pusat pelatihan, sampai sekolah kejuruan kiat penerbangan. "Semua bakal terintegrasi guna dapat menambah kapasitas dan kapabilitas pesawat yang beroperasi di dalam negeri," tuturnya. Sedangkan aerospace park Manado, ketika ini, masih dalam etape pengajuan. Manado diinginkan dapat ditetapkan untuk menjadi pusat perawatan dan perbaikan pesawat oleh pemerintah.
Baca Juga : Maskapai Citilink Bantah Kabar Hilangnya Radar Penerbangan QG 801
"Pengembangan area terpadu industri penerbangan di Manado, dilaksanakan untuk menyokong industri penerbangan di area timur Indonesia, dan menciduk peluang pasar dari utara," ujarnya. Ia mengungkapkan, Indonesia bakal memiliki sejumlah keuntungan dengan mempunyai pusat perawatan dan perbaikan pesawat di dalam negeri. Pertama, perusahaan penerbangan yang beroperasi di Indonesia bakal didukung oleh perusahaan perawatan dan perbaikan pesawat di dalam negeri.
Kedua, perusahaan penerbangan tidak perlu mengerjakan perawatan, maupun perbaikan pesawat ke luar negeri, yang harganya sudah tentu lebih mahal, bila dikomparasikan melakukan perawatan di dalam negeri. Di samping itu, bakal terjadi efisiensi, sebab aerospace park mempunyai seluruh layanan yang diperlukan pesawat yang beroperasi di Indonesia. Seperti, fasilitas suku cadang, logistik, sampai pusat riset dan pengembangan. Selanjutnya, andai aerospace park yang ada itu mempunyai kapasitas akses guna menawarkan layanan ke luar negeri, akan menyebabkan devisa untuk negara.









